Kabar mengejutkan datang dari dunia hardware PC ketika mod aplikator berhasil membuat DLSS 5 di GPU AMD bisa berjalan. Teknologi eksklusif milik NVIDIA ini mendadak bisa dicicipi oleh pengguna kartu grafis Radeon lewat file modifikasi rumahan. Sayangnya, alih-alih mendapat pengalaman mulus, performa yang dihasilkan justru membuat kartu grafis kepayahan.

Eksperimen gila ini berkat temuan aplikasi homebrew di GitHub yang memungkinkan fitur neural rendering berjalan di luar ekosistem aslinya. Pengguna bahkan bisa memaksanya masuk ke dalam game berat seperti Cyberpunk 2077.

Meski berhasil menyala, proses instalasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kerap memicu peringatan antivirus serta layar hitam. Kerja keras para modifikator patut diacungi jempol meski batasan hardware tidak bisa dibohongi.

"Eksperimen semacam ini menarik untuk dicoba, tapi tentu bukan untuk pemakaian harian," ujar seorang pengamat perangkat keras menanggapi tren modifikasi tersebut.

Uji Coba Dlss 5 di Gpu Amd

Menjalankan DLSS 5 di GPU AMD membuka mata banyak pihak bahwa batas antarkubu produsen grafis mulai kabur. Berbekal file .dll yang diambil dari versi awal game tertentu, modifikator meracik cara agar fitur canggih ini kompatibel.

Proses pengujian di lapangan menunjukkan bahwa fitur tersebut benar-benar bisa diaktifkan meski membutuhkan trik khusus pada direktori game. Pengguna harus mengunduh file pendukung dan menempatkannya secara manual ke dalam folder penyimpanan.

Kendala teknis langsung terasa sejak pertama kali tombol pengaktifan ditekan di dalam permainan. Layar sempat berubah menjadi gelap gulita sebelum akhirnya berhasil menampilkan visual berkat beberapa kali percobaan ulang.

"Perjuangan membuat fitur ini aktif rasanya sepadan dengan rasa penasarannya," kata seorang gamer yang ikut menjajal trik modifikasi tersebut.

Dampak Performa dan Batasan Hardware

Di balik keberhasilan teknis tersebut, penurunan frame rate yang dialami kartu grafis Radeon sangat luar biasa drastis. Pengujian pada resolusi tinggi menunjukkan angka per detik anjlok tajam dari puluhan frame menjadi sangat rendah.

Arsitektur RDNA 4 milik AMD belum dibekali jumlah unit matriks khusus yang sepadan untuk menangani beban kerja berat ala tensor core. Hal ini membuat sumber daya komputasi standar harus bekerja ekstra keras menanggung beban algoritma.

Pembaruan aplikasi dari komunitas memang sempat mendongkrak sedikit efisiensi kinerja hingga belasan persen. Namun batasan fisik silikon tetap menjadi dinding tebal yang sulit ditembus sepenuhnya.

Secara keseluruhan, fitur mutakhir ini lebih cocok dinikmati sebagai bahan eksperimen visual semata ketimbang solusi bermain game kompetitif.