Turn 10 Studios selaku pengembang Forza Horizon 6 akhirnya buka suara terkait gelombang protes dan kemarahan para pemain di berbagai platform media sosial pada September 2026. Protes ini muncul akibat banyaknya pemain yang merasa menjadi korban salah sasaran dari sistem moderasi, terutama bagi mereka yang hobi mendekorasi kendaraan menggunakan gaya Itasha di dalam game balap populer tersebut.

Fenomena mobil Itasha sendiri sangat populer di kalangan pencinta otomotif Jepang, di mana kendaraan dihiasi dengan karakter anime, manga, atau video game secara mencolok. Namun, beberapa bulan terakhir, komunitas diguncang oleh laporan adanya pemblokiran akun massal yang diduga menyasar desain-desain tersebut.

Banyak pemain meluapkan kekesalan mereka secara online dan bahkan mengajak gamer lain untuk tidak membeli game ini jika mencintai budaya mobil Jepang. Spekulasi sempat liar, mulai dari tuduhan penggunaan AI hingga laporan palsu dari kelompok tertentu untuk menjatuhkan kreator lain.

Menanggapi hal tersebut, pihak pengembang menegaskan bahwa setiap konten yang dilaporkan melalui sistem dalam game akan diperiksa secara langsung oleh moderator manusia. Hal ini dilakukan untuk memastikan keadilan bagi seluruh pemain yang aktif menjelajahi peta bertema Jepang di Forza Horizon 6.

Aturan Baru Forza Horizon 6 Larang Konten Seksual Terbuka pada Desain Itasha

Dalam pedoman terbarunya, pengembang Forza Horizon 6 menegaskan bahwa gaya Itasha sebenarnya tetap diizinkan untuk digunakan. Kendati demikian, mereka melarang keras adanya konten seksual eksplisit maupun konten yang dinilai bersifat sugestif seksual.

"Gaya Itasha diizinkan, namun konten seksual eksplisit dan konten yang bernuansa sugestif seksual dilarang," jelas pihak pengembang dalam panduan resmi mereka untuk para pemain.

Meskipun aturan tersebut dibuat untuk menjaga kenyamanan bermain, sebagian komunitas menilai kriteria yang ditetapkan terlalu abstrak dan membingungkan. "Kriteria ini terlalu samar, rasanya sama saja seperti bilang apa pun yang saya anggap buruk berarti buruk," ujar salah satu komentator di media sosial X.

Kebijakan ini juga menetapkan sistem sanksi tegas, di mana pelanggaran berat terhadap aturan nol toleransi bisa langsung berujung pada pemblokiran permanen akun pemain tanpa adanya peringatan terlebih dahulu.