Game Freak yang biasanya lekat dengan dunia Pokémon kini mencoba peruntungan lewat proyek ambisius berjudul Beast of Reincarnation. Lewat review Beast of Reincarnation ini, kita akan mengupas tuntas bagaimana studio tersebut meracik elemen ala game Souls-like dan Sekiro ke dalam satu judul action RPG.
Mengambil latar dunia pasca-apokaliptik di masa depan, game ini langsung membanting setir dari zona nyaman sang developer. Perpaduan elemen sci-fi dan mitologi Jepang berbalut musik J-pop langsung menyambut para pemain sejak jam-jam pertama permainan.
Banyak pemain dibuat penasaran apakah eksperimen radikal ini berhasil atau justru terasa setengah-setengah. Terlebih, ekspektasi tinggi melekat pada nama besar pengembang di balik waralaba monster populer tersebut.
Melalui artikel ini, kita akan membedah secara objektif segala kelebihan serta kekurangan yang ditawarkan oleh game penuh kejutan ini.
Kelebihan
- Sistem pertarungan katana parry yang sangat memacu adrenalin
- Mekanisme traversal berbasis rambut magis yang terasa seru
- Atmosfer dunia pasca-apokaliptik yang menyimpan banyak emosi
Kekurangan
- Sistem kamera yang sering mengganggu saat pertempuran
- Naratif cerita terasa berantakan dan kurang rapi
- Performa teknis terkadang kurang konsisten di konsol
Gameplay dan Sistem Pertarungan Beast Of Reincarnation
Sektor pertarungan menjadi daya tarik utama yang paling menonjol dalam review Beast of Reincarnation kali ini. Mengandalkan mekanika katana parry ala Sekiro, pemain dituntut untuk memiliki ketepatan waktu tinggi saat menghadapi musuh tangguh.
Selain pedang katana, karakter utama Emma juga dibekali kemampuan unik berbasis rambut magis untuk bermanuver. "Fitur traversal ini membuat eksplorasi terasa sangat dinamis dan cepat," ungkap salah satu pengamat industri game mengenai mobilitas karakter.
Kehadiran anjing raksasa bernama Koo sebagai companion turut memperkaya variasi strategi di medan tempur. Pemain dapat memberikan berbagai perintah taktis untuk menyerang musuh sekaligus memulihkan kondisi kesehatan karakter.
Kendati demikian, sistem pertempuran ini bukan tanpa cela. Masalah kamera yang sering lepas kendali kerap membuat pemain kesulitan memantau serangan musuh yang datang dari arah samping layar.
Kelebihan dan Kekurangan Beast Of Reincarnation Secara Keseluruhan
Menilai keseluruhan pengalaman bermain tentu harus melihat aspek visual dan naratif yang diusung. Dunia semi-terbuka yang dihadirkan tampak cantik meski terkadang terasa agak kosong di beberapa titik eksplorasi.
Dari sisi kekurangan, alur cerita game ini dinilai terlalu berantakan dan membingungkan pada awal permainan. "Banyak informasi penting yang disampaikan tanpa penjelasan memadai," keluh sebagian besar pemain di berbagai forum komunitas.
Namun di balik berbagai kerumitan tersebut, terselip cerita emosional yang cukup menyentuh hati. Hubungan antar karakter mampu memberikan nyawa tersendiri di tengah kehancuran dunia futuristik yang kelam.
Secara keseluruhan, action RPG garapan Game Freak ini tetap layak dicoba bagi para pencari tantangan berat, meski harus bersabar dengan beberapa catatan teknis.